Ini Dia Beberapa Jenis Gula Yang Harus Anda Ketahui

 Gula merupakan salah satu kebutuhkan pokok harian bagi masyarakat Indonesia. Kebanyakan orang mengonsumsi gula setiap harinya untuk membuat minuman atau makanan. Konsumsi gula Indonesia sendiri di tengah masyarakat selalu meningkat, terutama menjelang hari raya seperti Idul Fitri. Di hari raya ini banyak orang menggunakan bahan gula untuk membuat kue dan makanan jenis lainnya.

Namun, tahukah anda bahwa gula itu banyak sekali jenisnya? Untuk lebih jelasnya yuk kita simak ulasan berikut ini.

1. Gula Merah / Gula Jawa

Banyak orang yang beranggapan bahwa gula jawa adalah sama dengan gula aren. Padahal itu adalah jenis gula yang berbeda. Gula jawa terbuat dari nira pohon kelapa yang dipadatkan berbentuk silinder, sedangkan gula aren terbuat dari nira pohon enau. Selain itu, gula merah memiliki indeks glikemik yang tergolong lebih rendah, yakni berada di angka 55.

Masyarakat Indonesia sendiri mengenal jenis gula ini sebagai bahan pemanis makanan ringan dan kue basah.

Selain sebagai penambah citarasa pada makanan, gula jawa juga bermanfaat untuk kesehatan. Dimana, gula merah sangat bermanfaat sebagai sumber energi, mencegah terjadinya anemia, dan meningkatkan daya tahan tubuh.

2. Gula Jagung

Sesuai dengan namanya gula jagung terbuat dari hasil pengolahan jagung yang digiling lalu dirubah menjadi sirup. Gula jagung ini biasanya digunakan sebagai pengganti gula pasir biasa. Hal ini dikarenakan gula jagung mempunyai rasa manis yang mirip dengan gula putih. Gula jagung memiliki efek atau risiko kesehatan yang sama dengan gula pasir. Kedua jenis gula ini sangat berisiko untuk kesehatan jika dikonsumsi secara berlebihan.

3. Gula Karamel

Karamel adalah jenis pemanis yang dibuat dari pengenalan gula dengan cara dipanaskan. Karamel biasanya digunakan sebagai perasa dan pemberi warna pada makanan. Sirup karamel ini memiliki kandungan kalori yang cukup tinggi. Dalam dua sendok makan, terdapat 110 kalori didalamnya. Untuk menghindari terjadinya obesitas (kegemukan) dan risiko penyakit jantung, sebaiknya batasi asupan jenis gula ini.

4. Gula Rafinasi (Refined Sugar)

Gula rafinasi ini berbeda dengan jenis gula yang bisa langsung digunakan sebagai campuran pada makanan dan minuman. Dimana, gula jenis ini adalah bahan baku yang digunakan dalam industri makanan dan minuman.

Meskipun bentuknya sama dengan gula pasir, gula jenis ini bukan bahan pemanis biasa yang bisa dikonsumsi langsung tanpa pengolahan terlebih dahulu.

Gula rafinasi ini memiliki efek buruk bagi kesehatan, terutama jika dikonsumsi secara berlebihan. Pasalnya, jenis gula yang terbuat dari olehan gula bit dan gula tebu ini tidak memiliki kalori yang  bermanfaat bagi tubuh.

5. Pemanis Buatan (Artificial Sweetener)

Artificial Sweetener adalah jenis gula pengganti yang terbuat melalui proses kimiawi. Pemanis buatan ini sering menjadi gula pengganti bagi penderita diabetes lantaran memiliki kandungan kalori yang rendah.

Pemanis buatan ini sudah banyak dijual di pasaran dalam berbagai macam, seperti neotam, sukralosa, sakarin, aspartam, dan acesulfame potassium.

Selain tidak dapat menambah asupan kalori, pemanis buatan ini juga tidak menimbulkan risiko kerusakan gigi. Namun, pemanis buatan ini dapat meningkatkan risiko penyakit kanker jika dikonsumsi secara berlebihan. Oleh karena itu, anda harus tetap membatasi asupan gula jenis ini.

6. Gula Kastor

Gula jenis ini memiiki tekstur lebih halus dibandingkan dengan gula pasir. Untuk mendapatkan gula kastor ini anda bisa membuatnya sendiri atau membelinya di toko kue. Untuk membuat gula kastor sendiri caranya adalah masukkan gula pasir ke dalam kantong lalu ditumbuk sampai halus. Lalu hasil tumbukan tersebut diayak. Gula yang sduah diayak itulah yang disebut gula kastor. Gula jenis ini sering digunakan untuk campuran whipped cream atau icing.